Wadah Penuangan Ilmu

Belajar Majas atau Gaya Bahasa

September 5, 2007 · 1 Comment

Banyak yang mengalami kesulitan yang di alami siswa dalam belajar majas gaya bahasa.

Mengapa ? karena siswa lebih banyak menghafal dan meninjau dari sisi definisi.

Ada cara yang lebih Praktis untuk belajar ini. Perhatikan contoh berikut :

Majas Personifikasi = Membandingkan benda mati seolah-olah hidup

Ombak pantai menyapu gubuk-gubuk di Pantai Parangtritis.

Perhatikan kata kerjanya adalah menyapu

Ombak = benda mati melakukan tindakan menyapu (ombak tidak bisa melakukan itu)

Jadi pada majas ini yg diperhatikan adalah pekerjaan kalau pelaku tidak bisa melakukan maka Personifikasi.

Coba-coba

Majas perbandingan

  1. Alegori: Menyatakan perbandingan secara menyeluruh :
    Contoh : Mereka mengarungi bahtera kehidupan.
  2. Simile , Asosiasi, perumpamaan : Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti bak,bagai,laksana, umpama, seperti, tak ubahnya dll.
    Contoh : Perilakunya seperti binatang.
    Dalam majas ini mempunyai ciri kata hubung diatas, jadi jika menentukan majas carilah yang menggunakan kata hubung tersebut
  3. Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis.
    Majas ini biasanya menggunakan ungkapan.
    Contoh : Dewi malam leuar dari peraduannya
    Pemuda sebagai tunas-tunas bangsa harus bekerja keras.
  4. Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
    Dalam majas ini perhatikan menggunakan merek.
    Contoh : Ayah ke Jakarta naik Garuda.
    Ibu naik honda ke pasar.
  5. Litotes: Ungkapan berupa mengecilkan fakta dengan tujuan merendahkan diri.
    Contoh : Silahkan singgah ke gubuk kami. ( gubuk yang di maksud adalah rumah)
    Wah, saya ini hanya pelengkap saja.( berperan penting)
  6. Hiperbola(melebih-lebihkan) : Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
    Contoh : Suaranya menggema di angkasa.
    Mobil itu hancur lebur. (hancur lebur berarti tidak berwujud lagi)
  7. Personifikasi: Pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia.
  8. Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
    COntoh : Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.
    ( batang hidungnya mewakili seluruh tubuh)
  9. Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
    Contoh : Indonesia bertanding Volly melawan Thailand.
    (menyebutkan seakan-akan seluruh bangsa Indonesia bermain
    padahal hanya 6 orang yg bermain)

    Dalam mengahafal sinekdoce yang terbagi pars pro toto dan tontem pro parte sering terbalik agar tidak terbalik gunakan trik :
    Pars = sebagian artinya sebagian untuk seluruh.
  10. Eufimisme (memperhalus pernyataan): Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
    contoh : Maaf bapak ini pendengarannya sudah berkurang.( Orang tersebut tuli)
    Mohon ijin ke belakang .(ke WC)

Categories: Majas

1 response so far ↓

You must be logged in to post a comment.