Banyak yang mengalami kesulitan yang di alami siswa dalam belajar majas gaya bahasa.
Mengapa ? karena siswa lebih banyak menghafal dan meninjau dari sisi definisi.
Ada cara yang lebih Praktis untuk belajar ini. Perhatikan contoh berikut :
Majas Personifikasi = Membandingkan benda mati seolah-olah hidup
Ombak pantai menyapu gubuk-gubuk di Pantai Parangtritis.
Perhatikan kata kerjanya adalah menyapu
Ombak = benda mati melakukan tindakan menyapu (ombak tidak bisa melakukan itu)
Jadi pada majas ini yg diperhatikan adalah pekerjaan kalau pelaku tidak bisa melakukan maka Personifikasi.
Coba-coba
Majas perbandingan
- Alegori: Menyatakan perbandingan secara menyeluruh :
Contoh : Mereka mengarungi bahtera kehidupan. - Simile , Asosiasi, perumpamaan : Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti bak,bagai,laksana, umpama, seperti, tak ubahnya dll.
Contoh : Perilakunya seperti binatang.
Dalam majas ini mempunyai ciri kata hubung diatas, jadi jika menentukan majas carilah yang menggunakan kata hubung tersebut - Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis.
Majas ini biasanya menggunakan ungkapan.
Contoh : Dewi malam leuar dari peraduannya
Pemuda sebagai tunas-tunas bangsa harus bekerja keras. - Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Dalam majas ini perhatikan menggunakan merek.
Contoh : Ayah ke Jakarta naik Garuda.
Ibu naik honda ke pasar. - Litotes: Ungkapan berupa mengecilkan fakta dengan tujuan merendahkan diri.
Contoh : Silahkan singgah ke gubuk kami. ( gubuk yang di maksud adalah rumah)
Wah, saya ini hanya pelengkap saja.( berperan penting) - Hiperbola(melebih-lebihkan) : Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
Contoh : Suaranya menggema di angkasa.
Mobil itu hancur lebur. (hancur lebur berarti tidak berwujud lagi) - Personifikasi: Pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia.
- Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
COntoh : Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.
( batang hidungnya mewakili seluruh tubuh) - Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
Contoh : Indonesia bertanding Volly melawan Thailand.
(menyebutkan seakan-akan seluruh bangsa Indonesia bermain
padahal hanya 6 orang yg bermain)
Dalam mengahafal sinekdoce yang terbagi pars pro toto dan tontem pro parte sering terbalik agar tidak terbalik gunakan trik :
Pars = sebagian artinya sebagian untuk seluruh. - Eufimisme (memperhalus pernyataan): Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
contoh : Maaf bapak ini pendengarannya sudah berkurang.( Orang tersebut tuli)
Mohon ijin ke belakang .(ke WC)
1 response so far ↓
Ajie Wijaya // July 22, 2009 at 8:09 pm |
makasih, ya mas
apa yang cari ada postingannya
jadi enggak perlu search lagi deh
You must be logged in to post a comment.